Bilatelur yang akan ditetaskan sudah disiapkan, proses selanjutnya adalah penetasan. Namun, sebelum melakukannya, Anda harus menyiapkan mesin tetas. Setelah semuanya telah disiapkan, berikut langkah-langkah penetasan telur bebek. Mengatur suhu dalam keadaan stabil. Untuk telur bebek yang berumur 1—24 hari, aturlah suhu 38°C (99°F - 101°F). Teluryang dihasilkan oleh induk ikan koi betina dengan berat 17 kg ini adalah 40000. Aquarium untuk ikan mas koki memiliki ukuran panjang 80 cm lebar 40 cm dan tinggi aquarium setinggi 40 cm. Supaya dapat menetas dengan baik telur ikan koi harus selalu terendam dalam air dan suhu air dijaga agar selalu konstan konstan. Ja3 Bagaimanakah teknik penetasan telur yang baik? lawab .. 4. Jelaskan arti penting pemeliharaan larva dalam pembenihan ikan konsumsi1 sqrt awab 5 Apa sajakah metode yang dilaksanakan dalam budi daya/pembenihan ikan? int aMab. Soal. 10th-13th grade Ilmu Pengetahuan Sosial. Jawaban. yangsiap dipijah, proses pemijahan, penetasan telur hingga perawatan larva dan pembesaran benih. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kualitas benih dan kelangsungan hidup ikan lele mutiara dalam membudidayakannya, harapannya perlu adanya pendekatan lebih lanjut dan penelitian mendalam terkait beberapa teknik Hidroksiapatitadalah senyawa kalsium fosfat yang memiliki struktur kimia. yang sama dengan mineral tulang . Pada penelitian ini dilakukan sintesis HA. dengan metode presipitasi. Sumber kalsium berasal dari cangkang telur ayam ras. dan ayam kampung; dan (NH4)2HPO4 sebagai sumber fosfat. Sintesis dilakukan. Kekuranganyang dihadapi menggunakan thermostat tidak otomatisnya pengontrolan suhu, maka dirancanglah suatu sistem pengendali suhu yang bekerja secara otomatis dengan bantuan mikroprosesor. Di mana di dalam mesin inkubator penetasan telur tersebut, suhu akan dinaikkan atau diturunkan sesuai dengan ketentuan temperature suhu telur yang akan ditetaskan. Bilatelur yang akan ditetaskan sudah disiapkan, proses selanjutnya adalah penetasan. Namun, sebelum melakukannya, Anda harus menyiapkan mesin tetas. Setelah semuanya telah disiapkan, berikut langkah-langkah penetasan telur bebek. Untuk telur bebek yang berumur 1—24 hari, aturlah suhu 38°C (99°F - 101°F). 36 Sel zigot manusia mempunyai 46 kromosom yang berasal dari . a. sel telur 21 dan sel sperma 25 b sel telur 22 dan sel sperma 24 c. sel telur 23 dan sel sperma 23 d. sel telur 24 dan sel sperma 22 37 Berikut ini terdapat beberapa macam genotipe: 1. AaBb 2. Aabb 3. CcDd 4. AaDD 5. CcDD Genotipe yang heterozigot sempurna ditunjukkan oleh Panas matahari yang sampai ke bumi dan bisa langsung kita rasakan tanpa adanya perantara. - Tubuh terasa hangat ketika berada di dekat sumber api atau lampu dengan daya yang besar. - Proses menetaskan telur ayam atau burung dengan lampu juga merupakan peristiwa radiasi dalam kehidupan sehari-hari. Bijibijian lainnya yang memiliki kandungan yang baik dapat diberikan untuk pertumbuhan ayam pheasant. Cara Menetaskan Telur Ayam Pheasant. Setelah bertelur, ayam betina akan mengerami selama 23-24 hari. Namun tentu saja telur yang dijual sudah melalui seleksi yang akan menghasilkan ayam pheasant yang berkualitas. Harga yang ditawarkan WvYHn5I. Masih banyak orang yang belum mengetahui tata cara penetasan telur yang baik, bahkan banyak pembeli penetas Aviamax adalah orang yang baru mencoba menetaskan telur dan sering menanyakan cara penetasan telur yang benar. Hal ini seringkali membuat saya kuatir, akibat pengetahuan mengenai penetasan telur yang kurang, pengguna penetas Aviamax akan komplain kepada saya karena tidak menghasilkan daya tetas yang tinggi, bahkan tidak menetas sama sekali. Padahal, bagus tidaknya daya tetas bergantung pada pada banyak hal, tidak hanya pada mesin tetasnya saja, silakan baca halaman Mengapa telur tidak menetas’ Berikut adalah Tata Cara Penetasan Telur menggunakan penetas Aviamax. Tata cara ini juga berlaku untuk penetas otomatis lainnya, namun tidak berlaku untuk penetas tipe manual / semi otomatis, karena proses penetasan yang sedikit berbeda. Tata cara penetasan mungkin berbeda dengan teori-teori yang sudah ada, namun demikian tata cara berikut ini sudah dipraktekkan dengan hasil yang memuaskan. I. Persiapan 1. Menguasai Ilmu penetasan Jika Anda adalah orang yang baru akan menetaskan telur untuk pertama kali, atau bahkan baru memegang’ ayam / unggas lain, silakan untuk menimba ilmu dahulu apa saja mengenai dunia perunggasan dan teknik penetasan di berbagai media seperti Internet, buku-buku dan belajar langsung pada ahlinya. Mungkin tata cara penetasan yang ada pada media tersebut masih tergolong konvensional, namun demikian tentu masih banyak materi yang tetap up to date’, seperti prinsip-prinsip dasar penetasan. 2. Persiapan mesin tetas Jika penetas masih dalam keadaan baru, silakan pelajari dahulu fungsi-fungsi dari peralatan dan lakukan test dengan seksama. Cek apakah semua peralatan telah bekerja dengan baik dan lancar dengan cara mengoperasikan tombol-tombol kontrol. Pastikan Anda telah menguasai dan hafal diluar kepala mengenai nama dan letak peralatan, cara mengoperasikan dan lain-lain. Lakukan tes jalan dengan mengoperasikan mesin tetas dengan bak telah terisi air selama sehari semalam, dengan selalu memonitor apakah semua fungsinya telah berjalan normal, seperti akurasi termostat, pemutaran telur otomatis, dan lain-lain. Letakkan mesin tetas di tempat yang ideal, yaitu ditempat yang tidak terkena angin, hujan atau sinar matahari langsung seperti di teras rumah. Jangan meletakkan di tempat yang tertutup, pengap atau kurang ventilasi udara seperti di gudang. Juga jangan meletakkan di tempat yang kotor dan lembab seperti dekat dapur atau kamar mandi. Tempat yang ideal adalah yang kering diatas lantai, berventilasi baik dalam ruangan dengan jendela. Usahakan tidak menempel pada dinding beri jarak +/- 5-10 cm dari dinding agar kipas dalam mesin tetas bisa menghisap udara segar dari bagian belakang. 3. Persiapan telur tetas Pastikan telur tetas benar-benar berkualitas baik, yaitu berasal dari indukan yang juga berkualitas baik dan dipelihara secara baik pula. Lebih dianjurkan melakukan pemeliharaan sendiri agar lebih mudah memantau dan memastikan indukan berada dalam kondisi yang sehat dan bisa menjaga kualitas telur tetas. Telur tetas juga harus berbentuk oval sempurna, tidak terlalu lonjong atau terlalu bulat, juga berukuran medium tidak terlalu kecil atau terlalu besar. Telur dalam kondisi bersih, jika ada kotoran harus dibersihkan dengan sikat atau dilap, namun jika terlalu kotor hingga meninggalkan bercak pada kulit, sebaiknya tidak ditetaskan. Kondisi kulit telur mulus mengkilat secara merata, tidak ada bagian yang kasar atau berlubang atau bahkan retak. Untuk memastikan, cek telur tetas menggunakan teropong telur yang tersedia, sehingga bisa melihat retakan halus atau bagian dalam telur. Telur tetas bisa disimpan dahulu sebelum ditetaskan dalam kurun waktu maksimal 7 hari sejak pertama kali dikeluarkan indukan. Simpan telur tetas pada tray telur plastik tray telur kertas mungkin kotor dan banyak bakterinya pada tempat yang tidak panas dan agak lembab. Suhu maksimal penyimpanan hendaknya tidak melebihi 32 derajat celcius, usahakan maksimal 30 derajat celcius. Jika suhu udara tinggi, misalnya pada kota-kota di dekat pantai, letakkan telur pada tempat yang cukup dingin, misalkan di atas bak air, diberi hembusan dari kipas angin, letakkan dalam ruangan ber AC’, atau letakkan dalam lemari es dengan suhu 20 – 30 derajat celcius. II. Proses Penetasan 1. Beri tanda pada kulit telur dengan pensil seperti tanggal dan tanda lainnya, untuk memudahkan pencatatan. 2. Susun telur pada rak telur hatcher / penetasan, usahakan peletakan dengan posisi ujung tumpul di atas / ujung runcing di bawah. Lalu masukkan rak telur hatcher pada bagian bawah. Tutup pintu dan biarkan selama 3 hari. 3. Setelah 3 hari, keluarkan telur dan lakukan pengecekan dengan teropong telur. Telur yang berisi embrio hidup mempunyai titik besar yang bergerak-gerak dengan akar di sekitarnya. Untuk telur yang tebal atau bercorak, mungkin agak sulit terlihat embrionya, untuk itu proses ini bisa diulang pada hari ke-5. Telur yang terlihat terang merata berarti tidak berisi embrio hidup dan sebaiknya dikeluarkan masih bisa dikonsumsi. Jangan membiarkan telur yang tidak berisi embrio berada dalam mesin tetas, karena mungkin bisa busuk dan mengeluarkan gas yang bisa meracuni telur lainnya. 4. Setelah telur diperiksa, pindah telur ke rak setter, dengan sebelumnya mematikan tombol otomatis, lalu tekan tombol manual untuk memposisikan dudukan rak telur pada posisi rata. Masukkan rak telur dalam dudukannya, pastikan rak telur telah terkunci’ atau sudah duduk dengan sempurna. Cek dengan mengerakkan rak telur ke depan dan belakang. Jika jumlah telur yang ditetaskan sedikit, letakkan pada jalur tengah dulu, baru ke jalur selanjutnya di depan dan belakangnya secara seimbang. Awas! Bisa terjadi kerusakan motor akibat beban yang berat sebelah tidak diletakkan secara seimbang. Tutup pintu dan aktifkan tombol Otomatis, hingga rak telur bergerak miring ke salah satu posisi bisa posisi depan atau belakang. 5. Di waktu pertengahan 10 – 12 hari, telur bisa dicek lagi kondisi embrionya dengan teropong telur, dengan mengulang langkah nomor 4. Pada waktu tersebut, telur akan terlihat lebih gelap yang menandakan embrio yang hidup berukuran lebih besar dengan akar memenuhi seluruh bagian dan tetap ada gerakan. Jika tidak ada gerakan atau telur terlihat berkabut’, kemungkinan embrio mati dan harus dikeluarkan agar tidak busuk di dalam. 6. Pada hari ke 18 telur ayam lakukan pemeriksaan telur terakhir dengan teropong telur. Pada waktu tersebut, telur akan terlihat gelap total kecuali bagian tumpul yang berwarna terang kantong udara. Embrio yang hidup ditandai dengan gerakan ujung paruh di dekat kantong udara. Mungkin gerakan paruh tidak terlihat jelas, namun masih bisa dideteksi. Embrio yang mati ditandai dengan terlihatnya terang berkabut pada bagian telur yang lancip dan tidak ada gerakan. 7. Setelah pemeriksaan, pindah kembali telur pada rak hatcher, dengan sebelumnya mengisi air dalam bak dibawah rak hatcher untuk menambah kelembaban agar kulit telur mudah pecah dan embrio bis keluar dengan selamat. 8. Biarkan anakan selama beberapa jam hingga bulunya agak kering, lalu pindahkan ke tempat lain. Beberapa jenis unggas seperti burung puyuh mungkin cepat aktif setelah menetas, untuk itu bisa dikeluarkan lebih cepat. Catatan – Untuk jenis telur lainnya mungkin berbeda periode penetasannya, silakan mencari informasi periode / waktu penetasan. Beberapa jenis ayam kecil seperti serama bisa menetas pada 18 – 19 hari, untuk itu sesuaikan waktu pemutaran. Prinsipnya adalah 3 hari pada saat awal dan 3 hari sebelum menetas, telur tidak diputar. Pengalaman beberapa peternak, 3 hari pertama telur bisa langsung diputar dan tetap menghasilkan daya tetas yang baik, namun jika mau mencoba untuk menghemat waktu, hendaknya dilakukan percobaan dahulu. Misalnya jika Anda memang ingin masak telur dadar, tambahkan aneka sayuran kesukaan Anda yang dipotong-potong kecil dalam telur. Misalnya wortel yang sudah dicincang, potongan kecil tomat, potongan daun bawang, atau sayur bayam. Jika Anda tidak mau mencampurnya, Anda bisa menyajikan menu telur bersama dengan menu sayuran lain di sampingnya Sayuran kaya akan vitamin dan mineral serta serat. Ini yang akan membuat sajian telur Anda di rumah akan semakin sehat. 3. Masak telur pada suhu tinggi yang stabil Kondisi minyak terbaik saat memasak telur adalah saat minyak berada pada suhu tinggi, seperti saat menggoreng. Suhu yang tinggi ini tidak mudah teroksidasi sehingga dapat menangkal terbentuknya radikal bebas berbahaya pada makanan Anda. Pastikan minyak sudah panas terlebih dahulu sebelum memasukan telur ke dalam wajan. Selain suhunya yang tinggi Anda juga bisa menggunakan minyak seperti minyak kelapa atau minyak zaitun extra virgin yang baik untuk memasak dalam suhu tinggi. 4. Jangan dimasak sampai terlalu matang Semakin lama dan panas Anda memasak telur, maka kemungkinannya akan semakin banyak nutrisi yang bisa hilang dari telur. Khususnya vitamin. Sekiranya telur sudah matang, maka angkatlah dan segera sajikan.